Quran Surat Ghafir Ayat 70

Quran Surat Ghafir Ayat 70
الَّذِينَ كَذَّبُوا بِالْكِتَابِ وَبِمَا أَرْسَلْنَا بِهِ رُسُلَنَا ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
Allatheena kaththaboo bialkitabi wabima arsalna bihi rusulana fasawfa yaAAlamoona

 

Quran surat 70 ayat Ghafir

QS 40:70 terjemah kementrian agama republik indonesia

40|70|(Yaitu) orang-orang yang mendustakan Al Kitab (Al Quran) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui,

QS 40:70 tafsir jalalain

40|70|(Orang-orang yang mendustakan Alkitab) yakni Al-Qur’an (dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus) dengan membawa ajaran tauhid dan berita tentang adanya hari berbangkit; mereka adalah orang-orang kafir Mekah. (Kelak mereka akan mengetahui) akibat dari kedustaan mereka.

QS 40:70 tafsir Quraish Shihab

40|70|Orang-orang yang mendustakan al-Qur’ân dan wahyu yang Kami turunkan kepada utusan-utusan Kami, pasti akan mengetahui akibat perbuatannya, pada saat lehernya dibelenggu dengan rantai, dan ditarik dalam air yang sangat panas kemudian dilempar ke dalam neraka yang mereka rasakan panasnya. Mereka diejek dengan dikatakan, “Mana sembahan kalian selain Allah yang dulu pernah kalian sembah itu?” Orang kafir menjawab, “Mereka telah menghilang dari kami. Bahkan sebenarnya, di dunia dulu kami belum pernah menyembah sesuatu yang pantas disembah.” Dengan cara seperti itu Allah menyesatkan orang kafir dari kebenaran, karena mengetahui bahwa mereka lebih memilih kesesatan dari pada petunjuk.

QS 40:70 terjemah Muhammad Basmeih (Malaysia)

40|70|Iaitu orang-orang yang mendustakan Al-Quran dan segala yang dibawa oleh Rasul-rasul Kami yang telah Kami utus; maka mereka akan mengetahui kelak.

QS 40:70 update tafsir 40 ayat 70

 

sebelumnya = QS 40:69 Ghafir ayat 69

selanjutnya = QS 40:71 Ghafir ayat 71

 

Quran Surat Ghafir Ayat 70 huruf arab, bacaan text latin dan terjemah bahasa indonesia oleh kementrian agama republik indonesia, tafsir jalalain, tafsir quraish shihab, serta terjemah bahasa malaysia oleh muhammad basmeih.

Leave a Reply